Jumat, 05 Juni 2015

3 Tempat wisata di Kaligesing Purworejo (Jawa Tengah)

1.Curug Silangit

Curug Silangit merupakan tempat wisata di Purworejo yang menjadi aset wisata kota Purworejo. Dinamakan Curug Silangit karena ketinggian curug ini mencapai 50 meter yang dibagi atas 3 tingkatan curug. Pada curug paling atas setinggi 30meter, curug kedua dan ketiga memiliki tinggi yang sama yaitu 10 meter. Tapi jika anda bermain air di sekitar curug ini sebaiknya hati-hati karena jika anda tidak bisa berenang sebaiknya anda bermain di tepian saja. Curug ini dikenal memiliki kedalaman kedung yang sangat dalam. Akses ke Curug Silangit dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dan letaknya pun mudah dijangkau karena lokasinya berada di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

2. Goa Seplawan
Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh 20 km ke arah timur dari pusat kota dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut sehingga udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus ornamen yang terdapat di dalam goa, antara lain: stalaktit, stalakmit, flow stone, helekit, soda straw, gouwer dam, dan dinding-dinding berornamen seperti bentuk kerangka ikan.

Keadaan sekitar goa ini sangat mengesankan dengan pemandangan alam yang begitu indah ditumbuhi flora antara lain lumut (di mulut goa), paku-pakuan dan panorama hutan pinus yang asri. Para pengunjung juga dapat menikmati taman bunga di sekitar goa.

Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150 – 300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat menakjubkan ini menjadi sangat terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa dan Dewi Pawestri oleh warga bernama Bp Kodri dari desa Purbowono seberat 1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Obyek wisata ini merupakan potensi wisata yang sangat digemari oleh wisatawan karena disamping keindahan obyeknya, goa ini juga telah dilengkapi beberapa fasilitas penunjang lain seperti listrik sebagai penerang dalam goa, MCK, dan taman. Bahkan pada kawasan ini sudah dibangun gardu pandang dan arena perkemahan (camping ground).

3. Goa Anjani
merupakan Salah satu obyek wisata di Desa Wisata Tlogoguwo selain masih banyak obyek wisata alam yang lain yang dapat kita kunjungi di desa Wisata yang memiliki potensi wisata alam yang menarik.
Terletak di sisi barat pegunungan menoreh berbatasan dengan Wilayah DI Jogjakarta,desa Wisata Tlogoguwo yang berada di wilayah kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo menyuguhkan panorama alam pegunungan yang cukup elok.Menempuh perjalanan 30 menit dari pusat kota Purworejo atau jika dari Kota jogjakarta 1 jam perjalanan kendaraan bermotor,kita akan di suguhi pemandangan pegunungan yang cukup menarik sepanjang perjalanan.
Goa Anjani sendiri merupakan salah satu destinasi pilihan yang berada di desa wisata Tlogoguwo,goa horisontal dengan karakteristik batuan kapur tersebut memiliki panjang ±500 m yang di buka untuk jalur wisata,berbagai relief dan stlalakmit,stalatit yang terbentuk alami akan membuat kita berdecak kagum akan keindahan alam ciptaan Tuhan.
Keanekaragaman Biota Hewan dan Jenis Kelelawar yang berada di dalam goa serta ekosistem yang masih terjaga bisa kita jumpai ,hal tersebut sangat menarik hingga membuat Goa anjani sering dijadikan sebagai obyek penelitian baik geologi maupun biologi dari perguruan Tinggi.
       
Inilah ketiga tempat wisata di Kaligesing dan sebanarnya masih banyak yang bisa di kunjungi. Satu di antaranya Pusat Pembibitan Kambing Etawa di Desa Tlogoguwo tepatnya di Kalilo. 

Selasa, 09 Desember 2014

Tempat Wisata di Jawa Timur

1. Gunung Bromo di Malang

  Pesona keindahan matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo adalah salah satu yang terbaik yang dapat Anda rasakan di puncak Penanjakan. Gunung Bromo tidaklah sebesar gunung api lainnya yang ada di Indonesia, tetapi gunung ini memiliki pemandangan yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.
Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat tempat wisata di Jawa Timur ini disukai para wisatawan, sebuah destinasi yang menantang untuk ditaklukkan.
Ketika matahari mulai kembali ke peraduannya, lautan pasir Gunung Bromo ini terlihat menawan dengan rona jingga yang menyelimutinya. Pemandangan indah ini bahkan dapat Anda saksikan dari Cemorolawang, sebuah pintu masuk ke area wisata Gunung Bromo ini.
Berkuda di atas lautan pasir yang hanya dimiliki taman nasional ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Lautan pasir ini begitu luas dan terletak pada ketinggian 2.392 meter, sebuah keunikan alam yang hanya dapat Anda temui di bumi Indonesia.

2. Kawah Ijen di Banyuwangi

   Kawah Ijen adalah kawah danau terbesar di pulau Jawa. Pesona tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini adalah pada danau belerang yang berwarna tosca dan api biru (blue fire). Anda dapat menyaksikan panorama memikat ini pada saat malam hari hingga menjelang subuh.
Untuk mencapai kawah, Anda harus mendaki setinggi 3 km, ini akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Kemiringan pendakian adalah 25-35 derajat. Rasa lelah mendaki akan terbayar lunas tatkala mendapati pesona indah blue fire di salah satu tempat wisata di Banyuwangi nan memikat ini.

3. Pantai Plengkung di Banyuwangi

   Reputasi Pantai Plengkung sebagai salah satu tempat wisata di Jawa Timur telah mendunia. Berjuluk “The Seven Giant Waves Wonder”, pantai ini begitu disukai para peselancar mancanegara memiliki tujuh gulungan ombak hingga setinggi 6 meter.
   Pantai di Banyuwangi ini adalah pantai yang terkenal sebagai tempat surfing di Jawa Timur. Banyak wisatawan asing dari Bali berkunjung ke pantai Plengkung ini dengan tujuan menaklukkan gelombangnya yang ganas. Pantai ini adalah bagian dari Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi.

4. Pantai Pulau Merah di Banyuwangi

   Tanah yang berwarna merah, bentuknya menyerupai sebuah bukit kecil, terletak tak jauh dari bibir pantai yang memiliki pasir putih sepanjang 3 km, inilah sebab mengapa tempat wisata Jawa Timur yang satu ini dinamakan sebagai Pantai Pulau Merah. Inilah salah satu pesona yang dimiliki pantai di Banyuwangi.
   Selain Plengkung, pantai ini juga adalah tempat surfing yang menarik di Banyuwangi. Pantai Pulau Merah memiliki ketinggian gelombang hingga 4-5 meter, sebuah tempat berselancar di Banyuwangi yang menarik bagi para pemula hingga pro. Panorama sunset yang memikat juga dapat Anda rasakan di pantai Jawa Timur yang satu ini.

5. Pantai Klayar di Pacitan

   Terletak di Kecamatan Donorojo, Pacitan, Pantai Klayar adalah salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang ramai dikunjungi wisatawan. Pesona pantai ini ada pada hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut, dan air mancur alami setinggi 10 meter.
   Objek wisata Pacitan yang satu ini dikenal sebagai salah satu destinasi liburan yang menarik. Pantai Klayar diapit oleh tebing-tebing yang tinggi dan tersedia menara pandang bagi Anda yang ingin menikmati panorama eksotiknya. Anda akan menjumpai banyak karang dan batuan gunung di pantai ini. Anda dapat bermain-main di air laut, namun tidak untuk berenang.

6. Gua Gong di Pacitan

   Goa Gong terletak di Desa Bomo, sebuah gua yang indah dan cukup dalam diantara gugusan gua-gua yang berada di di sekitarnya. Goa ini adalah salah satu yang terkenal dari sejumlah tempat wisata di Pacitan. Selain keindahan bentuk stalaktit dan stalagmitnya, keunikan Gua Gong juga adalah karena stalaktit dan stalakmit tertentu dapat berbunyi seperti gong ketika dipukul.
   Dari sinilah gua ini mendapatkan namanya. Konon, dulu gua ini dianggap angker karena sering terdengar suara gamelan, termasuk bunyi suara gong dari dalam gua. Gua Gong merupakan gua horizontal, artinya bahwa untuk menelusurinya tidak memerlukan peralatan dan keahlian khusus.
   Fasilitas yang dibangun memberi kemudahan akses bagi pengunjung untuk mengeksplorasi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini. Gua Gong hanya memiliki satu akses pintu masuk sekaligus pintu keluar. Inilah alasan Goa Gong dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata keluarga yang menarik di Pacitan.

7. Pulau Sempu di Malang

   Pulau Sempu di Malang ini memiliki daya tarik utama nan memikat, yakni Laguna Segara Anakan, sebuah pantai di dalam pulau dengan hamparan pasir putih dan memiliki luas 4 ha. Air di laguna ini adalah air laut yang dipisahkan oleh bebatuan karang.
   Salah satu objek wisata di Jawa Timur ini sesungguhnya adalah kawasan konservasi, bukan sebuah destinasi wisata. Inilah sebab mengapa Anda harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari instansi yang berwenang untuk dapat tiba di Pulau Sempu ini. Melakukan trekking penjelajahan di kawasan Pulau Sempu adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan, selain itu Anda dapat berkemah di sana dengan suguhan suasana private nan intim di tengah-tengah alam.

8. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Malang

   Inilah kawasan gunung berapi terbesar di Jawa Timur, mencakup area seluas 800 km persegi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah kawasan konversi, memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektar, berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.
   Banyak hal memikat yang dapat Anda peroleh dari kawasan tempat wisata di Jawa Timur yang terkenal ini. Di antaranya, pergi ke Cemorolawang untuk melihat dari kejauhan hamparan lautan pasir dan kawah Bromo serta tempat berkemah. Atau, mengarungi laut pasir Tengger dengan berkuda, bisa juga menyewa jeep untuk menjelajahi lautan pasir.
   Di Pananjakan, Anda akan disuguhi panorama alam gunung Bromo, gunung Batok, dan gunung Semeru yang sungguh memikat hati, di Pananjakan ini pula panorama sunset dan sunrise paling memikat dapat Anda temui.
   Jika suka, Anda dapat pergi menjumpai danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut, danau ini sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru. Selain itu, masih ada Ranu Darungan, sebuah tempat berkemah serta kegiatan pengamatan satwa/tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

9. Arung Jeram Pekalen di Probolinggo

   Sungai Pekalen terletak di Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Inilah tempat di mana Anda dapat menjajal adrenalin dan mentang arus deras sungai Pekalen. Terletak sekitar 25 km dari kota Probolinggo, Arung Jeram Pekalen adalah sebuah objek wisata di Probolinggo yang populer, menyuguhkan Anda tantangan yang berpadu dengan keindahan alam yang menawan.
   Di sepanjang perjalanan mengarungi sungai ini, Anda akan menyaksikan keindahan 7 air terjun dan goa-goa kelelawar yang sesekali memekik beterbangan. Bebatuan sungai yang yang alami serta airnya yang jernih terasa sungguh menyegarkan tatkala menyiram tubuh. Beberapa operator arung jeram di Pekalen menawarkan paket arung jeram keluarga, dimana anda dapat membawa serta Anak Anda walau masih berumur 6 tahun.

10. Air Terjun Madakaripura di Probolinggo

   Masyarakat lokal meyakini Air Terjun Madakaripura sebagai tempat meditasi terakhir Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Konon, sumber kekuatan sang patih yang luar biasa berasal dari dalam gua di dekat Air Terjun Madakaripura. Di sana Gajah Mada sering datang untuk bermeditasi.
   Air terjun yang menjulang tinggi ini dijuluki air terjun abadi karena tidak pernah berhenti mencurahkan tirai air halus serupa curahan hujan bagi orang-orang yang dapat melintas di bawahnya. Air Terjun Madakaripura terkesan mistis, namun akan memberi suguhan yang memukau bagi siapa saja yang melihatnya. Masuklah ke dalam “ruang” berketinggian 200 meter tersebut, saksikan pesona sinar matahari yang menyorot lumut hijau basah di dinding berbatu disertai suara gemuruh air.

11. Pantai Bandealit di Jember

   Pantai Bandealit adalah bagian dari Taman Nasional Meru Betiri, sebuah destinasi wisata di Jember yang populer. Menyusuri sungai menggunakan speedboat, berkano, atau melihat burung yang banyak hidup di kawasan taman nasional adalah beberapa kegiatan wisata yang menarik yang dapat Anda lakukan.
   Melakukan olahraga air seperti body surfing di pantaiJember ini adalah salah satu yang diminati banyak wisatawan, Anda dapat menyewa perlengkapan yang telah disediakan oleh pihak pengelola pantai.

12. House Of Sampoerna di Surabaya

   House Of Sampoerna adalah sebuah museum diSurabaya, berdiri megah di kompleks bangunan bergaya kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1862, merupakan situs bersejarah yang dilestarikan sertatempat wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi.
   Di masa awalnya, bangunan ini digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, pada tahun 1932 kompleks ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama. Hingga sekarang, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi rokok.

13. Jawa Timur Park di Malang

   Terletak di daerah Kota Wisata Batu di Malang, Jawa Timur Park adalah tempat wisata di Jawa Timur yang populer di kalangan wisatawan. Anda dapat pergi ke Jatim Park 1, sebuah tempat wisata di Malang yang mengusung konsep taman bermain dan belajar serta dikelilingi hawa pegunungan yang begitu segar. Tersedia berbagai wahana permainan di tempat ini.
   Sementara itu, Jatim Park 2 menyuguhkan Anda hiburan kebun binatang yang menarik, dengan ketersediaan rute-rute mengelilingi Secret Zoo untuk menyaksikan berbagai binatang yang lucu dan menghibur.

14. Gunung Kelud di Kediri

   Daya tarik utama tempat wisata Jawa Timur yang satu ini adalah pada kubah lava. Para pecinta gunung akan suka datang ke objek wisata Kediri ini. Tersedia jalur setapak bagi Anda yang ingin melakukan pendakian ke puncak Gunung Kelud.
   Anda dapat menikmati sejumlah kegiatan yang menarik di kawasan wisata Gunung Kelud di Kediri ini, di antaranya adalah flying fox, mandi air panas, serta panjat tebing.

Selasa, 25 November 2014

Mari berbagi ( mendaftarkan sertifikat tanah )

 Cara maendaftarkan sertifikat tanah
  Sebelum kita membahas mengenai tata cara pensertifikatan tanah girik, saya merasa perlu untuk menjelaskan, apa itu tanah girik. Secara awam, tanah girik adalah istilah populer dari tanah-tanah yang belum bersertifikat. Walaupun itu berbentuk tanah bekas hak milik adat atau tanah-tanah hak lain (seperti Eigendom, Verponding, dll) yang belum di konversi menjadi salah satu tanah hak tertentu (Hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha).  Tanah bekas hak milik adat yang belum didaftarkan atau di sertifikat kan pada Kantor Pertanahan setempat di lingkungan masyarakat sebutannya bisa bermacam2, antara lain: girik, petok D, rincik, ketitir, dll.
   Selain tanah bekas hak milik adat, masih terdapat beberapa jenis tanah lainnya, yaitu: tanah garapan, tanah verdedaal (milik tuan tanah), tanah hak sewa jaman belanda, serta tanah-tanah verponding lainnya. Berbeda dengan “Tanah Girik” yang merupakan tanah bekas hak milik adat, tanah-tanah hak barat seperti Verponding Indonesia, Eigendom Verponding, erfpacht, opstaal, vruchtgebruik, dll. Tanah-tanah hak barat tersebut seharus nya pada tahun 1960 pada saat lakukannya unifikasi Hukum Tanah dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria, maka seluruh tanah-tanah hak barat dan tanah adat dilakukan konversi secara serentak. Namun demikian, di lapangan masih banyak rakyat yang karena ketidak fahamannya, belum mengajukan permohonan konversi hak atas tanah yang dimilikinya. Untuk penjelasan tentang hak-hak barat tersebut bisa di baca di sini
Berhubung terdapat begitu banyaknya jenis hak atas tanah yang belum bersertifikat, dengan metode pendaftaran (pensertifikatan) yang berbeda-beda, maka perlu saya buat disclaimer di sini, bahwa dalam pembahasan kita kali ini adalah metode pendaftaran/pensertifikatan atas tanah girik yang merupakan tanah bekas hak milik adat. Karena dalam praktik jenis tanah hak inilah yang paling banyak terjadi di lapangan. Pensertifikatan untuk tanah-tanah jenis hak lainnya maupun permohonan konversi atas tanah-tanah hak barat akan saya bahas kemudian secara tersendiri. Insya Allah! :-)
Peralihan hak atas tanah girik tersebut biasanya dilakukan dari tangan ke tangan, dimana semula bisa berbentuk tanah yang sangat luas, dan kemudian di bagi2 atau dipecah2 menjadi beberapa bidang tanah yang lebih kecil. Peralihan hak atas tanah girik tersebut biasanya dilakukan di hadapan Lurah atau kepala desa. Namun demikian, banyak juga yang hanya dilakukan berdasarkan kepercayaan dari para pihak saja, sehingga tidak ada surat-surat apapun yang dapat digunakan untuk menelusui kepemilikannya.
Pensertifikatan tanah girik tersebut dalam istilah Hukum tanah disebut sebagaiPendaftaran Tanah Pertama kali . Pendaftaran tanah untuk pertama kalinya untuk tanah bekas hak milik adat dan tanah garapan, dalam prakteknya prosesnya dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Mendapatkan surat rekomendasi dari lurah/camat perihal tanah yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa atas tanah tersebut belum pernah disertifikatkan serta riwayat pemilikan tanah dimaksud yang dilampirkan dengan surat RIWAYAT TANAH.
2. Pembuatan surat yang menyatakan bahwa tanah tersebut tidak dalam keadaan sengketa dari RT/RW/LURAH
3. Dilakukan tinjau lokasi dan pengukuran tanah oleh kantor pertanahan
4. Penerbitan Gambar Situasi atau Surat Ukur, yang dilanjutkan dengan pengesahannya
5. Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas tanah dan bangunan sesuai dengan luas yang tercantum dalam Gambar Situasi atau Surat Ukur. Pembayaran BPHTB tersebut dilakukan apabila tanah yang dimohon berasal dari tanah negara atau tanah garapan. Atau dalam hal pada waktu proses pelaksanaan AJBnya dulu, BPHTB tersebut belum dibayarkan. Jika berasal dari tanah bekas hak milik adat, tidak ada biaya BPHTB tersebut.
6. Proses pertimbangan pada panitia A
7. Pengumuman di Kantor Pertanahan dan Kantor Kelurahan/Kecamatan letak tanah setempat selama lebih kurang 2 bulan
8. Pengesahan pengumuman
9. Penerbitan Sertifikat tanah.
Untuk proses pensertifikatan tanah tersebut hanya dapat dilakukan jika pada waktu pengecekan di kantor kelurahan setempat dan kantor pertanahan terbukti bahwa tanah tersebut memang belum pernah disertifikatkan dan selama proses tersebut tidak ada pihak-pihak yang mengajukan keberatan (perihal pemilikan tanah tersebut).
Pertanyaan yang paling sering ditanyakan sehubungan dengan hal ini adalah:
1. Berapa biaya yang diperlukan untuk mensertifikatkan tanah bekas hak milik adat tersebut?
Hal ini sangat variatif, tergantung dari 3 hal, yaitu:  lokasi tanah, nilai jual objek pajak (NJOP) dan luas tanah dimaksud. Untuk itu bisa di konfirmasikan ke notaris ataupun kantor pertanahan setempat. Jika di lokasi sekitar anda ada program PRONA atau pendaftaran tanah secara sistematik secara serentak, ataupun program LARASITA, sebaiknya anda mengikuti. Karena itu merupakan program dari pemerintah, sehingga tentunya biaya akan menjadi jauh lebih ringan dan prosesnya akan menjadi lebih mudah dibandingkan jika anda mendaftarkan/mensertifikatkan tanah tersebut dengan inisiatif sendiri (baca:Pensertifikatan Tanah Secara Sporadik dan Baca juga: LARASITA)
2. Berapa lama prosesnya?
Apabila syarat-syarat tersebut terpenuhi, dan tidak ada keberatan dari pihak-pihak tertentu, maka proses pensertifikatan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 bulan sampai dengan 1 tahun. Namun, jika terjadi suatu kendala di lapangan, seperti pemekaran wilayah, tuntutan dari pihak yang merasa berhak, atau sengketa, proses tersebut bisa memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Bahkan hal-hal yang tidak berhubungan juga bisa menghambat proses tersebut, misalnya karena pergantian kepala kantor pertanahan, kesalahan penunjukan batas atau gambar atau human error lainnya, juga bisa menghambat proses tersebut di lapangan.
3. Siapakah yang berhak untuk mengajukan pendaftaran/pensertifikatan tersebut?
Tentu saja yang berhak adalah pemilik yang sah ataupun ahli waris yang sah dari tanah dimaksud ataupun kuasa dari mereka. Sehingga, jika kepemilikan tanah tersebut masih terdaftar atas nama nenek dari pihak yang akan mengajukan permohonan, harus diurus dulu surat-surat waris (keterangan waris) yang menunjukkan bahwa pemohon adalah ahli waris yang sah dari orang yang bersangkutan. Jika pemohon adalah pembeli akhir dari tanah dimaksud, maka pemohon harus membuktikannya dengan melampirkan asli akta jual beli tanah yang berkenaan.
4. Mengapa setelah terbit sertifikat tanahnya, asli akta jual beli dan asli surat-surat tidak dikembalikan ke kami?
Surat-surat tanah yang asli beserta akta jual beli tersebut digunakan sebagai bukti pendaftaran tanah, dan juga dasar penerbitan sertifikat tanah yang anda terima. Hal ini juga mencegah agar asli surat-surat tanah dan akta jual beli tersebut tidak beredar lagi di masyarakat untuk diperjual belikan. Sehingga tidak terjadi potensi konflik di kemudian hari.